Posts

Showing posts from 2017

"Sensei, I'm hungry...."

Hari ini si sulung kembali ke sekolah, mengantar sekumpulan PR musim panasnya yang akhirnya selesai juga. Menjelang siang ia akan kembali, karena libur lanjut 1 pekan lagi, baru benar-benar aktif pembelajaran di semester baru. Melepasnya berangkat pagi ini, mengingatkan kembali akan pengalaman hari pertamanya di sekolah. Ya, ada "sesuatu" yang terjadi di hari pertamanya. Hari itu, saya memasak spesial untuk bento pertama anak-anak. Spesial versi saya itu hanya menu nasi, sayur sop jamur, telur, cemilan roti selai, dan beberapa butir anggur...hanya saja dengan sedikit hiasan nori dan bumbu cinta pastinya (hahaha). Pagi-pagi sekali si sulung sudah diminta sarapan sepotong roti dan minum susu, selebihnya menunggu waktu berangkat pukul 7.00 sambil foto-foto dengan emaknya. Selepas mengantarnya ke sekolah, saya mempersiapkan bekal putri kedua dengan roti dan buah saja. Sebenarnya, sudah ada pemberitahuan dari pihak sekolah youchien (TK) bahwa hari itu tidak perlu membawa ben...

Cinta, Kemana Ia Bermuara?

8 tahun Cintaku, belumlah waktu yang panjang dalam perjalanan rumah tangga ini. Pun, tidak bisa dibilang sedikit jika diurai dalam hitungan hari. Dan aku ingin mengingat kembali, sebuah hari paling berkesan menjelang pernikahan yang dinanti. ----- "Apa visi antum menikah?", tanya seorang ustad yang meminta kami berdua datang khusus untuk sesi taujih pra-nikah di Bogor, sepekan menjelang hari-H. Saya diam, karena yang ditanya beliau bukan saya. Masih menyandang status mahasiswa, calon suami saya menjawab idealis.  "Untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan mendidik anak shalih shalihah menjadi generasi Qur'ani. Begitu, ustad..." Dalam hati saya memuji jawaban calon qowwam saya . "Bagaimana kalau Allah memberikan ujian dengan tidak memiliki keturunan dalam pernikahan antum? Berarti antum tidak bisa mencapai visi yang antum sebut tadi. Lalu, apakah akan antum akhiri pernikahan antum?" Beliau gelagapan tak bisa me...

Natsu Yasumi, Libur Panjang Pelajar Jepang

Natsu yasumi adalah summer holiday atau libur musim panas di Jepang. Kalau ada pertanyaan kenapa harus libur? Iya juga ya, kenapa? Alasannya sebenarnya sederhana kok 😃 Di Kagawa Prefecture, siswa mulai libur sekolah sejak tanggal 20 Juli, dan akan masuk kembali tanggal 1 Sepetember. Jika di Indonesia libur panjang adalah saat bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri, maka disini libur panjang mulai puncak musim panas siswa-siswa sekolah mulai TK hingga SMA. Nah, yang harus diketahui adalah perbedaan antara musim panas antara negara tropis dan musim panas di negara 4 musim, salah satunya Jepang. Bagi warga Indonesia, mengalami musim panas bukanlah hal yang luarbiasa. Hampir setiap hari malah, udara panas sering sekali dinikmati kecuali saat hujan tiba. Bahkan di Gorontalo dikenal 2 musim saja, musim panas dan musim panas sekali. Saya yang asli Kepulauan Riau (namanya saja kepulauan panasnya jelas terasa), pernah tinggal di Semarang yang lumayan panas dan pindah ke Bogor yang adem,...

1 Yen dan Isu Redenominasi 1 Rupiah

Image
Sejak saya datang ke negara ini, saya sudah terkagum-kagum dengan mata uang yang dipakai Jepang. Ya, terasa sekali pemeliharaan nilai budaya yang konsisten sejak dahulu hingga kini. Bukan sekedar alat yang digunakan dalam sistem pembayaran di toko-toko kebanyakan apalagi supermarket besar, cara melayani pembayaran juga terlihat sangat berbeda di negeri Sakura ini. Jepang hanya memiliki 3 nominal uang dalam bentuk lembaran (10.000 yen, 5.000 yen dan 1000 yen), dan 5 nominal uang logam (bernilai 1, 5, 10, 50 dan 100 yen). Kedelapan jenis uang ini sama bergunanya dalam penggunaan sehari-hari. Satu yen sangat berharga untuk kembalian dalam pembayaran, meski secara nilai jelas berbeda dengan selembar 1 man (10000 yen, setara 1juta rupiah lebih). Dari segi bentuk dan gambar, tidak ada yang berubah dari kesemua mata uang ini sejak pertama kali diterbitkan. Hal ini jelas berbeda dengan negara Indonesia, yang sering berganti warna dan gambar di tiap mata uangnya. Bahkan cetakan mata uang...

Agar Tidak Kehilangan Allah Meski Ikut Asuransi

Akhir-akhir ini, seiring dengan maraknya kampanye anti-riba, demikian pula halnya dengan kampanye asuransi yang hilir mudik menyampaikan argumennya. Entah itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi kepemilikan rumah dan properti, asuransi bisnis, asuransi perjalanan, sampai asuransi umun, kelautan dan kredit. Tapi ketika kita membicarakan buah hati atau anak, pasti kita akan langsung teringat pada asuransi pendidikan. Ya, tidak bisa dinafikan jika biaya pendidikan saat ini luarbiasa mahal. Jangankan berpikir jenjang perguruan tinggi, bahkan sejak Pendidikan Anak Usia Dini pun, jika ingin menuruti hal keuangan kelas menengah keatas akan didapati instansi pendidikan yang mematok harga diatas akal logika. Jangankan di kota besar, bahkan di pedesaan pun telah menjamur sekolah-sekolah mahal untuk kalangan konglomerat. Biasanya mengedepankan keagamaan dalam kurikulumnya, atau skill tertentu seperti kemandirian dan entrepreneurship. Saat ini, sekolah adalah hal pr...

We're in June's School Bulletin!

Image
Saat ayah Agus Bahar Rachman ditelpon oleh guru kelas Raisa Rayyana Rachman, beliau meminta izin akan memasukkan foto kami di buletin sekolah. Dan inilah kami, dicetak untuk 600 orang lebih total anak Hirai Elementary School yang membawa buletin bulan Juni ini kerumah masing-masing. Bagi saya, ini adalah penghargaan yang luar biasa dari pihak sekolah. Selain adab mereka meminta izin terlebih dahulu sebelum menerbitkan, memilih foto kami dari ratusan foto lainnya saat kunjungan orangtua ke sekolah adalah bentuk lain dari toleransi dan dukungan kepada kami. Ya, Raisa mendapat nilai paling rendah di tes sekolah bulan lalu. Bukan karena ia tak tau jawabannya, tapi masih bingung dengan instruksi soalnya yang sebagian besar dengan bahasa jepang. Misal 3+7=... maka Raisa bisa menjawab. Tapi soal lain sebagian besar adalah 7 to 3 wa ... (7 dan 3 menjadi....). Dan salah saya juga tidak menjelaskan instruksi soal kepada Raisa, tapi Alhamdulillah sekarang sudah mengerti dengan konsep b...

Buka Puasa Pertama, Bersama Saudara Muslim Kagawa

Image
Buka puasa pertama hari ini berkesan sekali. Perjalanan ke Takamatsu City untuk menghadiri undangan buka puasa dari pemilik toko kebab asal Turki. Berkumpul dengan saudara-saudara muslim asal berbagai negara adalah keistimewaan tersendiri. Dengan menu kebab istimewa dan kari udang khas kuliner Turki membuat kami jatuh cinta pada cita rasa Timur Tengah. Belum lagi porsi yang menurut teman saya, "Baru kali ini saya makan nasinya jadi lauk"... Saking banyaknya potongan ayam yang menyembul diatas piring plastik, salah menyendok isi pun tumpah. Selain itu disediakan pula meja prasmanan bagi yang mau tambah. Alamak... Setelah kekenyangan kami masih mendapat se-cup es krim Turki yang putih lembuuuut dan yummy. Sayangnya, moment ini tak sempat diabadikan karena "sunnah menyegerakan berbuka" membuat semua sajian ludes seketika dalam waktu secepat-cepatnya. Selesai berbuka kami melaksanakan shalat magrib berjamaah di taman terdekat. Jazakumullaah khair pak Ali dan is...

Pendeknya Malam Ramadhan di Jepang

Image
Seorang sahabat saya menanyakan mengenai berapa jam puasa di Jepang. Hal ini mungkin menjadi pertanyaan yang sama bagi yang penasaran bagaimana muslim yang tinggal di Jepang menjalani ibadah suci Ramadhan. Saya akan mencoba menganalisis berdasarkan data yang ada dan cerita beberapa orang teman yang telah menjalani Ramadhan sebelumnya di negara ini. Saya tinggal di Kagawa Prefecture, tepatnya di Miki Town, Ikenobe, Kita-gun. Stasiun terdekat adalah Nogakubumae, disebut demikian karena letaknya dekat dengan Fakultas Pertanian (nogakubumae dalam bahasa Jepang) Universitas Kagawa. Untuk mencapai pusat kota, dibutuhkan waktu 20 menit menggunakan kereta ke Takamatsu City. Sampai saat ini di Kagawa Prefecture belum ada masjid, jadi adzan tidak pernah dikumandangkan di prefecture ini. Masjid terdekat adalah prefecture terdekat yakni Tokushima, Osaka atau Okayama. Sampai saat ini PPI Kagawa sedang mengumpulkan donasi untuk terbangunnya masjid di sekitaran kampus. Sementara itu, kegiatan...

Payung-Payung Kuning Dibawah Rintik Hujan

Image
Bagi siswa-siswa Jepang, hujan bukanlah sebuah kendala untuk tidak berangkat ke sekolah. Itu sebabnya payung menjadi barang yang wajib dimiliki setiap siswa. Dan senada dengan warna topi yang setiap hari digunakan berangkat dan pulang sekolah, kuning adalah warna seragam payung siswa SD di Jepang. Sementara anak-anak TK masih bisa menggunakan warna dan corak yang berbeda-beda, sama halnya dengan sepatu dan tas sekolah. Oleh karena sebagian besar masyarakat Jepang menggunakan iphone, tak heran mereka memiliki aplikasi cuaca serupa di perangkat gadgetnya. Aplikasi ini sangat akurat, bahkan bisa menjabarkan kondisi cuaca yang berubah-ubah per jamnya dalam sehari. Jadi saat setiap anak akan berangkat sekolah pagi hari, meski hari tampak cerah dan hanya sedikit berawan, semua akan serempak membawa payung dari rumah jika aplikasi cuaca menunjukkan bahwa sore hari saat pulang sekolah akan hujan.  Aplikasi prakiraan cuaca di Iphone Selain payung, benda lain yang ...

Tasyakuran Ala Anak Rantau Kopo Aian

Image
Bahagia kami sederhana Bagi para perantau, biasanya acara makan bersama adalah sebuah event besar yang paling dinanti dan banyak peminatnya. Begitu pun dengan kami, keluarga mahasiswa asal Indonesia dari berbagai pelosok nusantara. Berawal dari pengajian bulanan pagi hari, ditutup dengan makan siang bersama menu Sanuki Udon murah meriah di dekat Kampus Pertanian Universitas Kagawa. Sebelumnya, bincang-bincang hangat yang mengalir di sesi diskusi pasca pengajian membahas tentang agenda Ramadhan pekan depan. Lalu saat sebuah celetukan untuk tasyakuran sebelum tiba bulan suci, segera disambut meriah tanda sepakat dari seluruh anggota majelis. Hanya sebentar saja menanyakan iuran anggota anak rantau yang ternyata memadai, lalu me-list daftar kebutuhan belanja dan membagi tugas ke masing-masing anggota. Planning, beres.  Jam 3 sore rombongan belanja melaksanakan tugas, sementara sebagian meracik bumbu, meliwet nasi, mengolah ayam di apato. Soal mengeksekusi ini jangan ditany...